Senin, 02 Agustus 2010

Kapal Hilang 150 Tahun Ditemukan Kembali
Vina Ramitha

(telegraph.co.uk)

INILAH.COM, Toronto – Arkeolog Kanada menemukan bangkai kapal yang ditinggalkan 150 tahun lalu. Kapal tersebut diduga hilang saat melakukan ekspedisi mencari Northwest Passage.

“Mungkin ini kapal ekspedisi Sir John Franklin yang hilang. Kondisinya masih bagus dan berdiri tegak setingga 11 meter di air. Temuan ini sangat penting,” ujar Kepala Arkeologi Bawah Laut Parks Canada, Mark-Andre Bernier.

Penyelidik adalah tim gabungan Amerika dan Inggris yang berusaha mencari kapal Inggris HMS Erebus dan Terror, yang dikomandoi Franklin pada 1845.

Ekspedisi naas itu bertujuan untuk membuka jalan Northwest Passage, rute laut yang melintasi Amerika Utara.

Kapal ekspedisi yang ditemukan merupakan salah satu dari rombongan yang dikapteni Robert McClure dan bertolak pada 1850.

Kapalnya melintasi selat baru yang diberi nama sesuai dirinya dan terletak di ujung akhir Northwest Passage. Kapal ditinggalkan di Laut Beaufort pada 1853 karena tak bisa jalan akibat terhalang es. [vin]

Bangkai Titanik Dipetakan secara 3D
Billy A Banggawan

(elnuevoherald.com)

INILAH.COM, Jakarta – Ekspedisi Titanik baru akan dilakukan bulan depan. Ekspedisi itu akan membuat peta 3D yang secara virtual mengangkat Titanik ke publik.

Ekspedisi ke kedalaman 40km Utara samudera Atlantik ini dianggap sebagai misi ilmiah paling mutakhir sejak penemuan bangkai Titanik 25 tahun yang lalu.

Ekspedisi 20 hari ini memiliki hak eksklusif untuk menyelamatkan bangkai kapal dan tidak akan mengambil artefak yang ada melainkan mengawasi daerah reruntuhan 2x3 mil (2,8x4,8 km) di mana ratusan artefak tersebar.

Titanik dihantam es dan tenggelam pada pelayaran pertamanya di lautan internasional pada 15 April 1912 dan menyebabkan 1.522 orang tewas.

RMS Titanik mengadakan ekspedisi terakhir pada 2004 di mana perusahaan ini telah mempertontonkan gambar artefak Titanik kepada 10 juta orang.

“Kami yakin masih banyak misteri menarik yang bisa ditemukan dari situs bangkai kapal itu, pendapat kami bahwa sebagian besar situs bangkai ini tidak pernah benar-benar diteliti” kata Chros Davino, presiden dan CEO Premier Exhibition and RMS Titanic.

RMS Titanic mendanai ekspedisi ini dan Davino menolak menyatakan biaya eksplorasi selain menjawab akan membutuhkan jutaan dolar.

“Kami melihat tempat di mana tampak dek atas kapal yang mulai menipis. Temboknya menipis dan langit-langitnya dapat runtuh sewaktu-waktu, kami juga mendengar anekdot mengenai berkaratnya kapal ini dan jatuh dengan sendirinya, tapi siapa yang tahu” katanya.

Ekspedisi ini akan menggunakan teknologi gambar dan perangkat sonar yang pernah digunakan sebelumnya pada bangkai Titanik dan memantau lahan sedimen berusia setengah abad untuk mencari artefak kapal.

“Kami sebenarnya memperlakukan situs ini seperti tempat kejadian pertama dan kami ingin tahu apa yang ada di lahan runtuhan itu” kata Gallo.

Ekspedisi ini berdasarkan pada RV Jean Charcot, peneliti bangkai bersama 20 kru lainnya, 3 sonar terbaru, teknologi akustik dan film juga akan menjadi bagian ekspedisi ini.

“Sebelumnya kita belum pernah memakai teknologi dan sains untuk menemukan banyak hal dari ekspedisi Titanik ini,” kata P.H. Nargeolot, ketua ekspedisi ini dan telah melakukan 30 kali penelitian bangkai.

“Kita akan melihat apa yang belum pernah kita lihat, teknologi ini telah berevolusi dalam 25 tahun ini,” kata Bill Lange, ilmuwan Woods Hole yang memimpin survei optik pertama pada bangkai ini.

“Saya yakin akan ada masa depan bagi ekspedisi ini karena hal ini merupakan awal dari era baru ekspedisi semacam ini, ekspedisi pemetaan arkeologi,” kata Gallo.

Perusahaan ini memiliki kepemilikan terbatas atas artefak Titanik dengan kompensasi yang sesuai dengan usahanya. Jaksa Distrik AS Rebecca Beach Smith menyatakan bangkai kapal ini sebagai “harta internasional”.[ito]


Sebuah Kawah Meteor Ditemukan di Mesir

(natgeo,com)

INILAH.COM, Jakarta - Sebuah kawah meteor kecil ditemukan di gurun Mesir. Kawah meteor itu salah satu yang terbaik yang pernah ditemukan di bumi.

Kawah Kamil awalnya ditemukan pada Februari saat survei citra satelit di Google Earth. Para peneliti menilai kawah itu terbentuk dalam beberapa ribu tahun terakhir.

Tim Italia-Mesir yang menemukan kawah itu mendapati lubang 45 meter dengan ke dalamanan 16 meter. Tim juga mengumpulkan ribuan potong batu ruang angkasa yang berserakan di padang pasir sekitarnya.

Berdasarkan perhitungan mereka, tim menilai sebuah meteor besi dengan lebar 1,3 meter dengan berat 5 hingga 10 ton. Kecepatannya diperkirakan melebihi 3,5 kilometer per detik.

Tidak ada data berapa banyak meteor ukuran ini yang telah menabrak bumi. Namun para ilmuwan berpikir bahwa ancaman potensial bisa mencapai puluhan ribu.

Model yang dibuat menunjukkan besi meteor sekitar ukuran ini biasanya pecah dalam potongan kecil sebelum mengenai bumi.

Sebaliknya, keberadaan kawah baru itu menunjukkan bahwa 35% dari besi raksasa ini benar-benar dapat bertahan secara keseluruhan, sehingga memiliki kekuatan merusak yang lebih besar.

Memperkirakan jatuhnya meteor berbahaya bagi bumi bukanlah ilmu pasti, karena hanya 176 kawah telah ditemukan sejauh ini, menurut database sumber daya yang dikelola oleh University of New Brunswick di Kanada.

Kebanyakan model berdasarkan jumlah kawah di bulan, yang hampir tidak ada atmosfer dan tidak mengalami proses erosi yang seperti di bumi.

"Model memprediksi bahwa sekitar seribu sampai sepuluh ribu kawah harusnya telah terbentuk [di bumi] dalam satu juta tahun," kata penulis bersama studi Luigi Folco, seorang ilmuwan di Universitas Siena di Italia.

"Alasan mengapa jarang terlihat karena bumi mengalami tingkat pelapukan yang tinggi, kawah biasanya mudah terkikis atau terkubur."[ito]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar